
Berdasarkan data Badan Informasi Geospasial, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada dan ekosistem mangrove yang kaya. Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pesisir, tetapi juga sebagai penyerap karbon efektif yang mendukung target Folu Net Sink 2030 untuk mencapai keseimbangan emisi karbon melalui sektor kehutanan. Namun ironinya, lebih dari 600.000 hektar hutan mangrove Indonesia telah rusak.
Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, kegiatan “Sagara Lestari: Sejuta Mangrove untuk Pesisir Bumi Vol.4” akan diselenggarakan di Wilayah Konservasi Mangrove Baros, Kab. Bantul. Kegiatan ini bukan sekedar seremoni, melainkan bagian dari program berkelanjutan yang akan dilaksanakan rutin di wilayah pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kontribusi nyata menjaga ekosistem dan mendukung ketahanan iklim.
RANGKAIAN KEGIATAN :
1. Restorasi Mangrove - Menanam 1.000 pohon mangrove sebagai simbol harapan bagi bumi dan laut yang lebih lestari.
2. Mangokids Volution / Edukasi Lingkungan - Sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya hutan mangrove sebagai pelindung alami pesisir serta perannya dalam mitigasi perubahan iklim melalui aktivitas interaktif.
3. Seaside Revival - Mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dan mengurangi sampah plastik di wilayah pesisir. - Edukasi peserta mengenai pemilahan, pengurangan, dan pengolahan sampah. - Penyuluhan interaktif tentang dampak mikroplastik terhadap ekosistem laut dan kesehatan manusia.
BENEFIT PESERTA :
1. Bibit pohon mangrove tiap peserta
2. Souvenir official mangrovolution
3. Konsumsi
4. E-sertifikat
5. Pengalaman kegiatan lingkungan
6. Berkontribusi untuk melindungi bumi
7. Relasi
8. Ilmu yang bermanfaat
Lokasi Utama
Konservasi Baros, Kabupaten Bantul
Total Pelaksanaan
1 Kali
Bibit Tertanam
1.000+
Relawan Terlibat
150 Orang